Anduhur Ni Ompu Si Tali

indro8

Tahun 1980 an di daerah Kabupaten Simalungun masih banyak bapak2 yang hobi memelihara anduhur (tekukur). Di beberapa rumah sangat merdu terdengar kalau anduhur saling bersahutan danĀ  bernyanyi. Banyak anduhur yang di pajang di rumah bukanlah yang di beli di pasar burung, melainkan di jerat di sawah atau di hutan.

Di hitaan menjerat/memancing anduhur liar dulu sering dilakukan dengan pakai (istilah Batak) ‘marpikket’. Anduhur liar yang tinggal di semak/hutan sekitar kampung dijerat dengan menggunakan anduhur peliharaan yang di masukkan dalam sangkar khusus yang memakai jebakan.

Anduhur peliharaan di dalam sangkar di taruh di atas pohon yang strategis. Dengan nyanyiannya, ia akan memancing anduhur liar masuk ke sangkar jebakan yang biasa di sebut ‘ pikket’.

Sayangnya, saat ini sudah jarang di temui orang memelihara anduhur. Sehingga kita yang merindukan romantisme suara anduhur yang bersahutan bersahutan, tidak kita temui lagi.

Anduhur seperti juga kata ‘burung’ dalam bahasa Indonesia sering juga mengandung tafsir ganda dalam artian (maaf) porno. Ceritanya, Ompu Si Tali yang gemar memelihara anduhur, meninggal karena sakit. Saat si Ompung Boru menangis (‘mangandungi) suaminya, tiba2 si anduhur berbunyi nyaring. Saat itu pula si Ompu Tali Boru mangandung : ” Ooo Ompu Tali Doli, ia ho di tandingkonhononmu ma ahu tu inganan na sonang i. Holan anduhurmi ma na boi pa bereng2 onku,” katanya. Karuan saja pelayat yang mendengar bukannya sedih, tapi tertawa geli.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: