Natal dan kampus

Ketika duduk di bangku perguruan tinggi, bulan Desember menjelang Natal, saya terusik dengan selembar selebaran yang tertempel di papan resmi kampus saya.

Isinya tentang Fatwa Ulama yang menyatakan haram hukumnya bagi umat Muslim untuk menghadiri perayaan Natal yang diadakan oleh umat Kristen. Bahkan, diharamkan untuk mengucapkan Selamat Hari Natal dan Silaturrahmi yang berhubungan dengan Natal.

Yang membuat saya terusik, bukan isi selebarannya semata. Tetapi yang mengganjal adalah mengapa selebaran itu bisa tertempel di papan pengumumuan resmi Fakultas.

Karena setahu saya, hanya pengumuman yang sifatnya resmi yang boleh tertempel di papan itu. Sifatnya terbatas dan berbeda dengan papan majalah dinding kampus yang bisa di tempel segala macam pengumuman dan dan berbagai ekspresi mahasiswa.

Tapi apapun sifat selebaran itu, yang jelas cukup banyak pengaruhnya dengan suasana pergaulan saya di kampus. Teman2 yang biasanya mengucapkan Selamat Hari Natal kepada saya baik langsung maupun lewat SMS,  tiba2 saja diam seribu bahasa.

Memang suasana pergaulan tetap cair. Tapi dalam hitungan saya hanya  satu-dua orang saja yang mau menyalami saya dan mengucapkan  Selamat Hari Natal. Padahal tahun sebelumnya, rekan2 saya bahkan datang silaturahmi ke rumah untuk mengucapkan Selamat Hari Natal.

Satu Tanggapan to “Natal dan kampus”

  1. Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: